Persekutuan : PD Agape Qatar
Tema : Diselamatkan oleh iman atau perbuatan?
Bacaan : Yak 2:21-26, Rom 10:1-13, Matius 19:16-26
Tanggal / Jam : 24 November 2007 / 10.00 – 12.00 pagi
Tempat : QICM Al-Mansoura
Diselamatkan oleh iman atau perbuatan?
Ayat : Yak 2:21-26, Rom 10:1-13,
Yak 2:21-26 (Iman Tanpa Perbuatan pada Hakekatnya adalah Mati) :
21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”
24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?
26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Rom 10:1-13 (Kebenaran karena Iman):
1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”
6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,
7 atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.
9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Study Case Matius 19:16-26 (Orang Muda yang Kaya) :
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
18 Kata orangq itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
20 Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
26 Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Pertanyaan2 untuk didiskusikan :
1. Setelah membaca Yak 2:21-26,
a. Apakah Iman ada kaitannya dengan Abraham? Jelaskan!
b. Apakah keselamatan hanya oleh iman, atau iman ditambah perbuatan?
c. Apa yang diharapkan Yakobus dari perikop ini?
2. Setelah membaca Roma 10:1-13
a. Siapakah yang menulis kitab Roma ?
b. Apakah dengan melakukan Hukum Taurat kita bisa memperoleh keselamatan? Bandingkan dengan Roma 3:20, juga Roma 3:21-31
3. Saya melihat adanya perbedaan antara Paulus (keselamatan hanya oleh iman saja) dan Yakobus (keselamatan oleh iman ditambah perbuatan). Bandingkan Roma 3:28, 5:1 dan Galatia 3:24 dengan Yakobus 2:24.
a. Adakah keduanya bertentangan satu sama lain? Jelaskan.
b. Bagaimana pendapat anda sendiri?
c. Adakah hubungan/relasi antara Iman dan Perbuatan?
4. Setelah menyimak Mat 19:16-26,
a. Apakah Orang Kaya bisa masuk sorga? Berikan alasan sesuai perikop ini.
b. Bagaimanakah reaksi anda terhadap pernyataan Mat 19:23 (Asumsi anda adalah orang kaya) ? Bagaimanakah kira-kira pandangan dan perasaan orang kaya jaman sekarang jika membaca ayat ini?
c. Siapakah yang dapat diselamatkan? Jawaban anda untuk menjawab pertanyaan yang ada di Mat 19:25.
Kesimpulan :
1.
2.
…
Renungan - Hati Yang Hancur
Oleh : Sunanto - Jakarta
Mzm 51:19 “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
Thailand dikenal sebagai negeri gajah sebab di sana terdapat populasi gajah yang cukup besar. Gajah merupakan hewan yang sangat besar dan kuat sehingga sanggup merobohkan sebuah pohon yang cukup besar. Biasanya sebuah daerah hutan akan mengalami kerusakan parah bila ada serombongan gajah besar yang melintas/menetap di sana.
Tetapi di Thailand, gajah-gajah yang bersifat merusak itu malah dimanfaatkan sebagai alat transportasi bagi hasil hutan seperti untuk mengangkat kayu gelondongan. Saya sangat terkesima ketika menyaksikan bagaimana seekor gajah yang sedemikian besar dapat dikendalikan oleh seorang pawang gajah yang ukurannya jauh lebih kecil. Bahkan gajah-gajah tersebut dapat saling bekerja sama untuk mengangkat kayu ke atas truk pengangkut.
Gajah-gajah tersebut demikian taat kepada sang pawang sehingga tidak ada perintah yang tidak diturutinya..Hal ini bisa terjadi karena hati (kehendak,hasrat dan emosi) gajah sudah dipatahkan oleh sang pawang yang telah melatih dan mendisiplinnya sejak dari kecil.
Sebelum Tuhan dapat memakai seseorang bagi kerajaanNya, Ia terlebih dahulu akan mematahkan dan meremukkan hati orang itu agar Ia dapat mengendalikannya dengan bebas. Tanpa terlebih dahulu diproses,dipatahkan dan diremukkan akan sulit bagi kita untuk dapat melayani Tuhan dengan efektif sebab kita cenderung untuk mengikuti keinginan diri kita sendiri daripada mengikuti kehendak Tuhan.
Sama seperti sang pawang gajah yang melatih dan mendisiplin gajah agar dapat digunakannya maka Tuhan juga melatih kita sedemikian rupa agar satu waktu Ia dapat memakai hidup kita. Proses pelatihan itu memang menyakitkan tetapi Tuhan tidak mempunyai pilihan sebab hanya itu satu-satunya cara untuk mematahkan dan meremukkan hati kita. Salah satu cara yang dipakai Tuhan untuk menghancurkan hati kita adalah dengan menempatkan orang-orang di sekeliling kita yang diijinkanNya untuk menekan kita.
Daud diijinkan Tuhan dikejar-kejar oleh raja Saul sebab melalui itu Tuhan ingin mematahkan dan meremukkan hatinya agar ia siap tatkala dipromosikan menjadi raja Israel. Selama bertahun-tahun Daud menjadi pelarian dan hidup di gua-gua karena ia hendak dibunuh oleh Saul. Mungkin waktu itu Daud tidak mengerti mengapa Tuhan mengijinkan hal itu terjadi namun sebenarnya tangan Tuhan sedang bekerja untuk membentuk hatinya.
Sama seperti Daud yang diijinkan Tuhan dikejar-kejar oleh Saul maka Tuhan juga akan mengijinkan ‘Saul-Saul’ dalam hidup kita untuk membentuk hati kita. Salah satu ujian yang akan kita alami sebelum dapat dipakai Tuhan adalah ujian pengampunan.
Banyak anak Tuhan yang mengalami stagnasi dalam kehidupan rohani mereka karena mereka tidak mau mengampuni orang yang telah menyakiti hati mereka.
Saya pernah diijinkan Tuhan mengalami sebuah hinaan yang sangat menyakitkan dari seorang pemimpin rohani. Di depan jemaat dan pekerja yang lain, pemimpin tersebut mengeluarkan kata-kata hinaan yang sangat menyakitkan sehingga saya langsung nangis di tempat. Namun saya memilih untuk mengampuni dan tidak membalas walaupun saya mempunyai kesempatan untuk membalasnya. Malah di depan umum saya berdoa memberkati pemimpin tersebut tatkala ia sedang mengalami sebuah pergumulan. Akhirnya pemimpin tersebut bisa menyadari kesalahannya dan sampai hari ini hubungan kami tetap baik.
Sangat banyak hal yang sebenarnya dapat membuat hati saya menjadi pahit selama saya mengikut Yesus tetapi saya selalu memilih untuk mengampuni setiap orang yang telah menyakiti dan menghina diri saya. Saya percaya bila saja saya tidak memilih untuk mengampuni maka hari ini saya pasti sudah jauh dari kehendak Allah.
Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya ( Mzm 34:19).
Salah satu syarat untuk memiliki keintiman dengan Allah adalah memiliki hati yang hancur. Walaupun proses untuk memiliki hati yang hancur sangat tidak menyenangkan namun kedekatan dengan hadiratNya jauh lebih berharga daripada penderitaan yang harus kita alami. Percayalah, tidak ada hal yang kebetulan dalam kamus Allah sebab semua hal yang kita alami diijinkanNya untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Bukan sebuah kebetulan jika Yusuf dijual sebagai budak dan dipenjarakan tanpa pernah berbuat salah.
Bukan sebuah kebetulan jika Daud dikejar-kejar oleh Saul sehingga ia harus hidup di gua-gua. Bukan sebuah kebetulan jika Anda hari ini mengalami situasi yang tidak menyenangkan dalam hidup ini. Semuanya itu terjadi bukan karena sebuah kebetulan melainkan telah dirancangkanNya bagi kebaikan diri kita.
Milikilah selalu hati yg hancur dan remuk agar Ia dapat memakai hidup kita bagi kemulianNya!