Quote judul tulisan ini saya baca di salah satu milis, sangat mengena dengan situasi saya sekarang. Saya berada pada kondisi yang sedang melakukan sesuatu sesuai rencana. Tetapi akhir2 ini ada kondisi yang membuat saya harus review ulang rencana2 sebelumnya. Tapi entahlah, apakah ini akan berhasil, nantilah saya akan review plan saya tahun ini setelah cuti….
Pusing juga setelah hampir 9 bulan penuh bekerja, ternyata benarlah bahwa manusia itu sangat perlu cuti yang mana cutinya benar2 jauh dari yang namanya pekerjaan. Beruntung juga sekarang bisa ambil cuti lumayan panjang (49 hari). di kantor dulu, rasa2nya hanya dapat 12 hari, jadi tidak kerasa ada masa cuti atau tidak. Saat ini kepala saya sudah dipenuhi banyak rencana yang akan mengisi cuti saya di Indonesia. Tetapi yang pasti saya mau pulang ke kampung Tarutung (Tapanuli Utara) tercinta dulu, saya mau menikmati makanan2 favorite disana, seperti makan saksang di laposona, di lapo bittatar, makan mie goreng di harmonis, ke pemandian air panas, dan tentunya makan soto favorite di pasar tradisional disana.
hmm….. hari2 menjelang tanggal 8 october terasa menjadi lama…
Indonesia, Jakarta, Medan, Tarutung, can’t wait to see you…

Kali ini saya mau menulis tentang arti sebuah kesempatan… (studi kasus: diri sendiri)
Dalam setiap episode hidup ini, ada banyak kesempatan yang kita miliki untuk menjadi orang yang cerdas. Setelah cerdas tentunya banyak hal seperti pekerjaan dan pencapaian atas kebutuhan materi lainnya pasti akan kita peroleh dengan sendirinya (tentunya dengan jalan yang benar).
Semisal dalam episode Belajar di Kampus, saya diberi Kesempatan oleh Tuhan untuk boleh belajar Teknik Elektro di Kampus ITB Bandung yang cukup dikenal (at least kalau nanya orang di Bandung orang pasti bisa menunjukkan lokasi kampusnya). Saya baru mengerti sekarang kenapa saya bisa diterima di ITB, bukan karena saya cerdas atau pintar, tetapi lebih karena saya memang diberi kesempatan oleh Tuhan untuk kuliah di ITB, saya diberi kesempatan untuk menimba ilmu di ITB untuk menjadi modal di episode hidup berikutnya. Ketika dibangku SMU memang saya senang belajar Matematika dan Fisika, iya memang itu merupakan syarat perlu, tetapi itu belum menjadi syarat cukup untuk bisa mendapat kesempatan kuliah di ITB. Saya yakin karena Tuhan tahu saya anak orang susah sehingga kalau saya kuliah di kampus swasta pasti tidak sanggup bayar uang kuliah dan kemungkinan mendapatkan beasiswa di kampus swasta juga sangat kecil, sehingga saya diberi kesempatan untuk kuliah di ITB.
Dalam episode kehidupan kuliah ini, banyak juga orang yang tidak menghargai dan tidak menggunakan kesempatan yang mereka punyai, sehingga tidak sedikit dari mereka yang D.O (Drop Out) dari Kampus mereka, bahkan di ITB sendiri termasuk teman2 saya ada juga bebeberapa yang D.O. Saya tidak mau mengatakan bahwa harus lulus kuliah biar bisa sukses, tetapi yang mau saya tekankan disini adalah ada orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan Tuhan kepadanya. Tentu saja ada orang yang sukses walaupun dia tidak lulus kuliah, tetapi point yang mau saya sorot saat ini adalah kesempatan yang disia-siakan.
Masuk ke episode hidup berikutnya yaitu episode Bekerja. Dalam episode ini juga banyak kesempatan yang tiap orang pasti punya untuk menjadi cerdas. Saya juga sangat beruntung diberi Tuhan kesempatan untuk bekerja di PT. Excelcomindo Pratama (XL), salah satu operator seluler di Indonesia, di kantor ini saya mendapat banyak pengalaman di bidang yang saya tekuni sekarang (telekomunikasi), dan juga saya banyak mendapat bekal seperti training, terlibat dalam pekerjaan dalam yang melibatkan team work, terlibat dalam project dan juga memiliki banyak teman2 baru. Yang kesemuanya itu menghasilkan tambahan bekal untuk saya untuk menjalani hidup di masa depan.
Setelah dua tahun 4 bulan bekerja di XL saya mencoba untuk mendapat kesempatan bekerja di tempat lain. Belakangan ini saya baru memahami bahwa jalan hidup saya sudah diatur oleh Tuhan, dan saya bisa menerima bahwa memang saya diberi kesempatan yang lebih baik lagi untuk bisa bekerja disini, sekarang saya bekerja di Qatar Telecom (Qtel) - Doha. Yang mana saya juga memiliki banyak kesempatan disini untuk belajar dan juga untuk mendapatkan pengalaman bekerja di lingkungan Internasional.
Kesempatan apakah lagi yang ada di depan ??? saya sendiri pun sedang berusaha mencari jawabannya …
Bagaimana dengan Anda?